HERO & HEROINE [Chap.1]

HERO & HEROINE [Chap.1]

HERO & HEROIN FF POSTER

Rating:

PG-13

Genre:

Hate/Love, School-life, Teenager-life,  Comedy*gagal*

Length:

Multichapters

Main Characters:

(B1A4) Jinyoung & (OC) Geum Joorin

Minor Characters:

(B1A4) CNU/Sinwoo, (B1A4) Baro, (B1A4) Sandeul & F(X) Krystal

Disclaimer:

FF ini terinspirasi dari drama BOF dan sebuah novel (atau tulisan semacam FF multichapters—author gak yakin itu novel atau bukan, soalnya author dapet file PDF-nya dari temen dan gak ada keterangan nama penulisnya pula. Pokoknya, tokoh utamanya Fujimoto Asuka dan Fujiwara Kazuma) yang judul-nya Crazy. OC is mine! Other Characters belong to theirshelves, God, their parents and their agency.

Summary:

Geum Joorin adalah salah satu siswa Shinhwa High School yang selalu memimpikan hidupnya mirip seperti kisah di drama BOF. Suatu hari, genk AAB—genk anak nakal—(sejenis F4 di drama BOF) datang ke kelas Joorin dan pemimpinnya, Jung Jinyoung, meng-klaim Joorin sebagai yeojachingu-nya karena terjadi sebuah kesalahpahaman. Setelah menjadi yeojachingu Jinyoung, Joorin jadi tahu sisi lain Jinyoung, termasuk masa lalu Jinyoung.

A/N:

  • FF ini adalah FF pertama aku dengan main characters B1A4’s member. Bukan cuma main character sih, tapi hampir semua character di FF ini diperankan sama member B1A4. Yah, anggap aja sebagai peresmian(?) author sebagai newbie BANA. XD
  • FF ini murni untuk hiburan. Gak ada maksud buat menghina karakter-karakternya. Jadi, kalau ada yang tidak suka biasnya dikata-katain*?* (utamanya Halmae nih, soalnya yang paling banyak dikata-katain di FF ini Jinyoung Oppa… hehe ^^V), just stop read this FF and please, don’t leave a bashing!

Warning:

FF ini panjang banget kayak sinetron. Tapi, gak sampe 500 chapter juga, sih. Pokoknya total chapternya lebih dari 10, deh. OOC, typo, alur membosankan & tidak jelas.

HAPPY READING \(^o^)/

Mataku masih memandang layar televisi yang sedang  menampilkan sebuah drama yang 4 tahun lalu cukup booming di negaraku—bahkan, sampai luar negeri—karena pemain-pemainnya yang keren dan ceritanya yang menarik.

Kkotboda Namja atau yang lebih dikenal dengan Boys Over Flowers, drama yang diadaptasi dari komik Jepang: Hana Yori Dango.

Walaupun sudah 4 tahun berlalu dari penayangannya di TV, tapi aku masih saja suka menonton dramanya melalui kaset DVD yang aku beli. Aku sangat-sangat menyukai jalan ceritanya—yah, aku tahu sudah cukup banyak drama yang serupa dengan BOF—dan tentu saja para pemainnya yang sukses menghipnotisku sejak episode pertama. Hohoho.

Lee Minho yang berperan sebagai Gu Jun Pyo. Ah, oppa itu benar-benar sangat tampan, bahkan dengan rambut keriting keongnya di episode-episode awal. Lalu, ada Kim Bum yang berperan sebagai So Yi-Jeong. Aigoo…, senyumnya itu benar-benar membuatku gila. Terus, ada Kim Joon yang berperan sebagai Song Woobin. Aku sangat menyukai matanya. Dan, yang terakhir, Kim Hyun-Joong sebagai Yoon Jihoo. Gyaaaa… aku sangat suka oppa ini. Sangat-sangat suka. Apalagi ia memerankan karakter cowok idamanku: cool, keren, dewasa, baik hati dan tidak sombong. Gyaaaaaaaaaa… Hyunjoong Oppa, SARANGHAE~

Keempat orang itu adalah para pemain utama prianya, F4. Nah, pemain wanitanya adalah Gu Hyesun Eonni sebagai Geum Jandi. Oh, demi apa, aku sangat ingin menggantikan Hyesun Eonni bermain di drama itu. Betapa beruntungnya dia dikelilingi 4 pria keren.

Aaa… mau! Mau! Mau!

“Heh! Kau tidak bosan menonton itu terus, eoh?” tegur Sandeul, sahabatku, yang entah sejak kapan berdiri di ambang pintu ruang tengah rumahku.

“Dramanya bagus, Babo!” kataku.

Sandeul pun masuk ke dalam kamarku lengkap dengan tas ranselnya yang aku yakin pasti berisi buku. Hari ini, kami memang janjian akan mengerjakan PR bersama di rumahku.

Ne, aku tahu. Tapi, kau kan sudah menontonnya puluhan kali.” Sandeul duduk di sampingku.

“Bodo amat! Yang penting aku suka!”

“Ih, dasar yeoja!”

“Ah, aku ingin sekali menjadi Geum Jandi. Kapan, ya, cerita di drama ini bisa ada di kehidupan nyataku?”  Aku mulai mengkhayal.

Jujur saja, setiap menonton drama ini, aku selalu mengkhayalkan diriku menjadi Geum Jandi (marga kami sama-sama Geum. Jadi, apa salahnya?). Betapa beruntungnya menjadi Geum Jandi, punya namjachingu kaya raya. Diajak jalan-jalan, dibelikan ini-itu (tapi, dia bodoh! Kenapa dia malah menolak semua pemberian Junpyo?). Dan kisah cinta yang begitu mengharukan. Oh, indahnya~~~

“Heh! Jangan mengkhayal terus, Geum Joorin! Katanya kau mau kerja PR!”

Ne, ne!”

Kukeluarkan kaset dari DVD-ku, lalu mengerjakan PR bersama Sandeul.

Oh, Yoon Jihoo Sunbae, pangeranku, tunggu sebentar. Begitu Tuan Putri selesai mengerjakan PR, aku akan menonton dramamu lagi. Mumumumu.

@@@@@

Aku berjalan di suatu tempat yang aku sendiri tidak tahu dimana. Tempatnya sangat gelap dan begitu menyeramkan. Omo, seseorang, tolong aku.

“HALO? ADA ORANG DI SINIIII??” teriakku sambil meraba-raba dinding yang ada di dekatku.

Huwaaa… dimana aku?

“HALO? PERMISI? ANYBODY HOME? SPADA? PUNTEN?” teriakku sekali lagi.

GRRR… AUUUUUUU… AUUUUUU… AUUUUUUU~

Lolongan serigala yang bersahut-sahutan mulai terdengar, membuat bulu kudukku merinding. Lalu, sayup-sayup, kudengar suara langkah mendekat ke arahku. Omona!!!

Nu-nuguseyo?” tanyaku. Maksudku ingin membentak, tapi apa daya, suara yang keluar dari mulutku malah terdengar gemetaran. Aku berhenti melangkah.

Derap langkah itu semakin dekat, seiring dengan degup jantungku yang bertambah kencang. Appa, Eomma, Hye-eun (yeodongsaeng-ku), siapa pun, tolong aku!

TAP… TAP… TAP….

Semakin jelas.

TAP TAP TAP TAP TAP TAP.

Nu-nugu? Jangan menakutiku!”

TAP TAP TAP TAP TAP TAP TAP.

Aku mulai berlari. Aku tahu tempat ini sangat gelap, aku bahkan kesulitan melihat. Tapi, aku harus bagaimana? Aku tidak tahu harus melakukan apa. Masa bodo kalau nanti aku menabrak sesuatu! Yang penting aku harus lari sebelum orang itu mendekat.

“BUUUUK!!!”

“Uuuh!” Aku menabrak sesuatu, membuatku jatuh terduduk di lantai.

Neon gwaencahana?” Aku mendongakkan kepalaku, melihat siapa yang berbicara. Aigoo! Ini pasti hanya mimpi. Kedua mataku pasti berbinar-binar melihat namja yang membawa sebuah lentera.

“JI-JIHOO SUNBAE???” Aku tidak tahu kenapa aku malah mengucapkan nama itu, padahal jelas-jelas nama aslinya adalah Hyunjoong Oppa.

Ne.” Dia tersenyum padaku. Gyaa… gyaaa… gyaaaa…. Tampan sekali. Bahkan dalam suasana remang-remang seperti ini pun dia tetap terlihat tampan. Huwaaa… siapa pun, tolong hentikan waktu sekarang juga. Aaaaa…, Jihoo Sunbae, eh, maksudku, Hyunjoong Oppa sangat tampan.

“Kau tidak apa-apa? Apa kau terluka, Tuan Putri?”

TUAN PUTRI?

AKU? TUAN PUTRI?

ASTAGA! INI PASTI MIMPI!

“Ah, lututmu terluka.” Saking terkejutnya melihat Hyunjoong Oppa di hadapanku (lengkap dengan senyumannya yang membuatku setengah gila), aku baru sadar kalau lututku luka.

“Ukh!” reaksiku, pura-pura kesakitan. Sebenarnya sakit memang, tapi tidak sakit-sakit amat. Semoga Hyunjoong Oppa bersedia menggendongku… hohoho. Oh, pangeran, tolonglah tuan putri yang sedang terluka.

“Baiklah, ayo naik ke punggungku.”

WHAAAAT?

JINCCCAAA?

JEONGMALLL? #Miss A lewat

HOHOHOHOHO… DENGAN SENANG HATI, PANGERANKU YANG TAMPAN!

Aku pun bergerak merangkak menaiki punggung Hyunjoong Oppa.

Oh, ya, ampun~

Mimpi jadi nyata.

“YAK! TURUN KAU!”

Ha? Mwoya? Turun?

Wa-Waeyo? Padahal….

“YA! GEUM JOORIN! KUBILANG TURUN!”

Loh? Loh? Kenapa suara Hyunjoong Oppa jadi mirip dengan suara Appa-ku?

“GEEEUUUUMMM JOOORIIIIIN!!!”

Suara yang sangat kencang itu sukses membuatku bangun. Dan saat itu,  aku langsung sadar kalau aku tidak sedang menaiki punggung Hyunjoong Oppa (ternyata benar-benar mimpi. Uh, sedihnya), tapi menaiki punggung Appa yang berusaha membangunkanku. Buru-buru aku turun dari punggung beliau.

“Apa-apaan kau? Dasar anak nakal! Ppalli! Sekarang sudah jam 7!”

JAM 7???

OMOOOOO!!!”

Aku melompat dari tempat tidurku, lalu berlari keluar dari kamar. Kudengar Eomma juga meneriakiku. Astaga! Aku harus cepat-cepat mandi kalau tidak mau terlambat! Ah, Hyunjoong Oppa… kenapa kau membuatku bangun terlambat, Jagi?

@@@@@

Aku berjalan memasuki area sekolahku, Shinhwa High School. Ne, ne, ne… aku tahu nama sekolahku mirip dengan nama sekolah di drama itu. Tapi, sayangnya, di sekolahku ini tidak ada 4 namja tampan, keren dan tajir seperti F4. Huhuhuhu.

“JOOORIIIIN-AAAHH!!!” Aku tidak perlu menoleh ke belakang karena aku sudah tahu siapa yang berteriak dengan suara tinggi seperti barusan: LEE SANDEUL!

“Hosh… hosh… hosh….” Namja itu berhasil mengejarku dan sekarang berjalan di sisiku sambil mengatur nafasnya yang tersengal. “Kenapa tidak menungguku, eoh?” protesnya kemudian.

“Karena aku tahu kau pasti akan berlari menghampiriku,” jawabku enteng. Tapi, memang benar, kan?

“Huuu!”

Aku dan Sandeul pun berjalan beriringan menuju kelas kami sambil sesekali mengobrol. Banyak orang yang menyangka kalau aku dan Sandeul ini pacaran saking seringnya kami jalan berdua. Tapi, kenyataannya adalah aku dan Sandeul hanya sahabat. Bukan karena Sandeul jelek, tapi… aku sudah punya namja lain yang sesuai dengan kriteriaku… hohoho.

Ah, pasti kalian berpikir Hyunjoong Oppa, kan?

Ohohoho… nonononono!

Aku punya Hyunjoong Oppa di dunia nyata.

“Kemarin AAB Cs berkelahi lagi dengan anak-anak dari sekolah lain.”

“Oh, ya?”

“Ckckck… mereka benar-benar nakal, ya?”

Suara-suara itu adalah suara dari mulut ‘penggosip’ yang aku lewati sepanjang perjalan menuju kelas. Dari tingkat keantusiasan mereka bercerita dan tingkat volume suara mereka, aku yakin pasti ini adalah berita heboh. Dan… yah, tentu saja, aku sudah tahu siapa biangnya heboh, tukang bikin onar di sekolah ini (dan juga di luar sekolah), genk AAB!

Nama genk yang aneh, bukan?

Tolong jangan tanya aku tentang apa arti dari AAB itu karena aku sendiri juga tidak tahu. Mungkin saja itu kepanjangan dari ‘Anak-Anak Bodoh’ atau ‘Anak-Anak Berandalan’ atau… ‘Anak-Anak Bau’.

Ah, terserah!

Kalau di drama BOF, Shinhwa High School-nya memiliki F4, di kehidupan nyataku, Shinhwa High School memiliki genk AAB. Kalau dibandingkan dengan ketampanan, kekerenan dan kekayaan anggota F4 di BOF, AAB itu tidak ada apa-apanya (karena itu aku mengatakan kalau di sekolahku ini tidak ada 4 cowok tampan, keren dan tajir. Lagi pula, anggota genk AAB itu cuma 3 orang).

Ng, tapi, sejujurnya…, 3 member AAB itu lumayan tampan. Kecuali, pangeranku yang entah bagaimana bisa terselip diantara 2 temannya yang aneh. Dia itu saaaaaaaaaaaaangattt tampan!

HANDSOME TO THE MAX!

KECE BADAI!

GANTENG TINGKAT DEWA!

“Ah, itu mereka!” seru seseorang di dekatku (bukan Sandeul, tapi seorang yeoja dengan rambut yang dikuncir dua di sisi kiri-kanan kepalanya).

Aku pun menoleh ke arah yang ditunjuk yeoja kuncir itu.

Ohohoho, pangeranku ada di sana. Salah satu diantara tiga orang yang sedang berjalan ke arah dimana aku berdiri. Oh, ya, ampun, dia itu benar-benar tampan.

Ah, baiklah…, sebelum aku terlihat lebay karena memuji pangeranku, akan kuperkenalkan member AAB kepada kalian.

Pertama, namja ceking yang berjalan di depan dengan blazer yang tidak dikancing rapi dan kemeja putih kusut yang tidak diselipkan ke dalam celananya. Terlihat angkuh dan sok berkuasa. Ya, itu karena dia adalah pemimpin dari genk AAB. Dia cukup mudah dikenali karena dia satu-satunya orang berkepala merah (rambutnya dicat warna merah maksudku. Bukan kepalanya yang benar-benar berwarna merah!) di sekolah ini. Namanya Jung Jinyoung, tapi aku lebih suka menyebutnya Siluman Api karena rambut merahnya itu. Ah, atau sebaiknya aku sebut dia Siluman Rubah Merah karena matanya juga mirip mata rubah.

Yang kedua, suamiku (setidaknya begitu yang aku harapkan).

Pangeran berkuda putihku yang paling tampan se-Shinhwa High School.

SHIN DONG WOO ALIAS CNU SUNBAE.

Hohoho… Dia adalah namja yang paling tinggi diantara ke-2 temannya. Rambut cokelatnya panjang seleher dan selalu disisir menyamping. Dia juga memakai kacamata, tapi benda itu sama sekali tidak mengurangi nilai ketampanan wajahnya. Apalagi senyumnya itu, uuuh… killer. Dia juga saaaaaaaangat cool. Lihat saja, walaupun dia mengenakan seragam sesuai dengan aturan sekolah—kemeja diselipkan di dalam celana dan blazer hitam dikancing rapi—tapi dia tetap saja terlihat tampan. Oh, my, god. Dia adalah Jihoo Sunbae versi dunia nyataku. DIA ITULAH PANGERANKU!!! Hohohoho.

Gejolak ‘fangirl’ di dalam dadaku pun membuncah. Ingin rasanya aku berlari ke arah CNU Sunbae sambil berteriak ‘SARANGHAE’, tapi apa daya… aku harus mengurungkan niatku itu kalau aku tidak mau ditertawakan.

Uh, tahan, Joorin! Tahan! Tahan!

Dan terakhir, namja yang selalu memakai topi. Aku sedikit curiga padanya, jangan-jangan dia botak sampai harus menyembunyikan kepala plontosnya di balik topi. Tapi, segera kubuang kecurigaan itu ketika aku sadar kalau sejujurnya dia punya rambut. Kalau dilihat dari luar, dia itu orang yang lincah dan juga… ehm, lucu. Sepertinya dia yang paling childish diantara ketiga anggota genk AAB. Wajahnya cukup imut menurutku dan dia juga punya sepasang gigi tupai. Suaranya juga sangat besar(?). Entah apa yang dia minum setiap hari sampai suaranya seperti itu. Dia adalah Cha Sunwoo alias Baro Sunbae.

“Heh! Apa yang kau lihat?” Sandeul merusak keasikanku memandangi pangeranku, CNU Sunbae.

Astaga… dia itu terbuat dari apa sampai memiliki wajah tampan seperti itu?

Uuuuh, CNU Sunbae saranghaeeee.

“Aniya~”

“Ayo, ppalli! Kau yang bertugas piket kelas hari ini,” kata Sandeul mengingatkan (padahal, niatnya aku mau bolos piket.)

@@@@@

Bel tanda jam istirahat akhirnya berbunyi. Oh, terima kasih Tuhan, akhirnya ‘alunan musik dari surga’ itu terdengar juga. Aku dan teman-temanku langsung berlarian keluar dari ruang kelas tanpa mempedulikan sonsaengnim yang masih sibuk membereskan buku-bukunya di meja guru.

Ah, bodo amat!

“Ya! Joorin-ah,” panggil temanku, Krystal, saat aku mau beranjak ke kantin bersama Sandeul.

Ne?” tanyaku.

“Sini… ke sini!” panggilnya.

Aku pun berjalan ke arah Krystal, membatalkan niatku menuju kantin bersama Sandeul. Hm, bukan apa-apa, tapi kalau Krystal yang memanggilku dengan mimik wajah antusias, pasti ada kaitannya dengan CNU Sunbae.

Yap, di kelas, kami—aku dan Krystal—mendirikan sebuah kelompok fans khusus CNU Sunbae. Jadi anggotanya adalah semua siswa di kelasku yang nge-fans sama Yayang CNU-ku.

Mwoya?” tanyaku.

“Kami berencana mau memberikan surat pada CNU Sunbae. Bagaimana, kau mau ikut?”

“Surat? Surat cinta?”

Aniya, surat penagihan hutang!” balas Krystal. “Ya, tentu saja surat cinta, Babo!”

Haduh, hari ini masih surat-suratan?

Aniya. Aku tidak ikut!”

“Lho? Kenapa?”

“Kenapa harus pakai surat, eoh? Memangnya kalian tahu alamat rumah CNU Sunbae?” tanyaku. Sebagai ketua kelompok ini, aku tahu betul kalau tidak ada satu pun anggota yang tahu alamat rumah CNU Sunbae.

Ya, ya, ya, kelompok kami memang kelompok payah.

Tapi, mau bagaimana lagi?

Seperti inilah keadaannya.  

“Aish! Dasar ketua babo! Ya, suratnya kita selipkan di lokernya!”

Oh, iya. Kenapa aku mendadak bodoh seperti ini?

“Bagaimana?” tanya Krystal lagi.

“Ya, sebagai ketua… aku setuju-setuju saja.”

Sepanjang jam istirahat, aku, Krystal dan teman-teman yang lain menyusun kata-kata yang akan kami tulis dalam selembar surat untuk CNU Sunbae. And finally, selembar surat—dengan cinta di setiap hurufnya—untuk CNU Sunbae pun telah ditulis di atas selembar kertas berwarna pink.

“Nah, sekarang tinggal tulis ‘dari fans-mu’ di akhir surat,” kataku.

Hehehe… kami sengaja menulis ‘dari fans-mu’ agar CNU penasaran. Dan supaya dia sadar kalau di sekolah ini, sangat banyak makhluk yang mengagumi dirinya. Terutama yeoja cantik jelita bernama Geum Joorin. Hohoho.

“Selesai,” seru Krystal setelah memasukkan surat itu ke dalam amplop berwarna pink.

“Lalu, siapa yang mau menyelipkan surat ini di loker CNU?” tanyaku, memandangi satu per satu wajah teman-temanku.

NEO!” seru mereka serempak.

NA?”

Apa-apaan ini?

Kenapa aku yang mereka suruh?

Aku kan ketuanya!?

Hah, ini bahaya. Pasti ada konspirasi di sini!

“Kenapa harus aku, eoh?”

“Kau kan ketuanya!” jawab mereka serempak.

Dimana-mana, seharusnya ketua yang memerintah. Kenapa aku malah diperintah oleh anak buahku? Oh, ya, ampun! Sejak kapan tugas ketua mulai bergeser seperti saat ini?

@@@@@

Karena kalah suara 7:1, terpaksa aku yang menyelipkan surat di loker CNU Sunbae. Di jam pulang sekolah, aku sengaja berdiam diri sekitar 30 menit untuk menunggu sekolah sepi. Ketika kupastikan sekolah sudah sepi, aku pun menjalankan rencanaku.

Saat ini aku sudah berada di ruang loker kelas 3.2, kelas genk AAB. Berdasarkan hasil pengamatanku dan teman-teman, loker milik CNU Sunbae ada tempelan gambar Winnie The Pooh. Hohoho, CNU Sunbae yang namja itu pun menyukai Winnie The Pooh. Dia manis sekali, bukan? Oh, makin cinta deh.

Aku berjalan mengendap-endap—aku tidak tahu kenapa aku berjalan mengendap-endap, padahal aku tahu kalau di sini tidak ada orang selain aku—sambil mencari loker dengan tempelan Winnie The Pooh. Celingak-celinguk sana-sini, tetap waspada jangan sampai ada orang yang melihatku.

Sudah seperti pencuri saja.

“Nah, ini dia!” seruku ketika aku berdiri di depan loker dengan tempelan Winnie The Pooh.

Buru-buru kukeluarkan surat beramplop pink dari saku rokku, lalu kuselipkan melalui celah tipis di bawah pintu loker miliknya.

Yap, sudah masuk. Hohohoho.

Tugasku sudah selesai.

Uh, rasanya aku tidak sabar melihat reaksi CNU Sunbae ketika menemukan surat itu di lokernya besok. Surat yang penuh cinta dari Geum Joorin and the genk. Hohoho.

@@@@@

Next Day

“Bagaimana? Kau berhasil, kan?” tanya Krystal diikuti wajah antusias dari para fans CNU Sunbae yang ada di kelasku.

Dengan mimik wajah bangga, seolah aku sukses menunaikan tugas yang amat berat, aku menjawab lantang, “Tentu saja! Kalian tidak salah memilih Geum Joorin sebagai ketua kelompok kalian! Hohohoho….”

Teman-temanku pun mulai ikut senang. Fufufufu, Geum Joorin gitu loh~~~

Aku merapikan poniku tanda bangga sekali.

“BRAAAAAKKKK!!!”

Pintu kelas tiba-tiba dipukul dengan keras oleh seseorang. Sebaiknya aku sebut orang gila karena dia sudah berhasil membuat kegaduhan di kelasku. Oh, aku lupa, selain sebagai ketua kelompok fans CNU Sunbae, aku juga ketua kelas 1.3.

Aku menoleh dan—

Mau apa mereka ke sini?

Walaupun salah satu di antara mereka memang ada yang aku harapkan datang ke kelas, tapi tidak dengan 2 orang lainnya.

“Apa orangnya ada di sini???” teriak si Siluman Rubah Merah, orang gila yang tadi memukul pintu kelasku. Dia melihat ke dalam kelasku, begitu juga si anak bertopi yang namanya Baro. Ah, peduli amat dengan mereka berdua, yang penting di sana ada… CNU Sunbae.

Ow, sudah lama kutunggu saat ini.

Saat dimana dia datang menampakkan wajah tampannya di depan kelasku.

Wah, seharusnya aku membuat acara penyambutan.

Sayang, dia datang dengan dua temannya itu. Ugh.

“Ah, itu dia!” Baro Sunbae menunjukku.

Lho? Ada apa?

Jung Jinyoung dan kedua temannya—CNU Sunbae dan Baro Sunbae—pun berjalan menghampiriku. Aku merasa tidak punya urusan dengannya. Karena itu, kedua mataku hanya tertuju pada pangeranku yang berjalan di belakangnya. Entah dosa apa yang dilakukan oleh CNU-ku sampai-sampai dia harus mendapatkan teman seaneh dua orang itu.

“Siapa namamu?” tanyanya saat ia telah berdiri di depanku. Semua teman-teman yang ada di dalam kelas, melihat ke arahku.

“Joo-Joorin. Geum Joorin.”

“Kau yang menulis surat ini, eoh?” tanyanya lagi sembari menunjukkan selembar amplop pink yang sangat tidak asing di mataku.

I-Itukan surat untuk CNU Sunbae?

Kenapa bisa ada di tangan orang ini?

Apa… apa dia merebut surat itu dari CNU Sunbae?

Uh, dasar kepo!

Ne. Wae?”

“Jadi, kau menyukaiku, eoh?”

MWOYAAAA???” kagetku dan teman-teman sesama fans CNU Sunbae nyaris berbarengan.

Langit seolah runtuh di atas kepalaku.

Aku kaget karena orang itu tiba-tiba mengatakan kalau aku menyukainya. Sungguh, itu sangat membuatku shock. Dan aku berpikir, kalau teman-teman sesame fans CNU-ku itu shock karena menyangka aku telah ‘berkhianat’.

“Kau sendiri yang tulis di surat ini. Kau bilang, ‘Oppa, aku menyukaimu. Aku sangat-sangat menyukaimu. Bahkan, kalau kau meminta nyawaku, dengan senang hati aku akan memberikannya padamu. Kau itu bagai darah dalam tubuhku, detak jantungku, hembusan nafasku… bla… bla… bla… dari fans-mu.’”Jinyoung membacakan isi surat YANG SEHARUSNYA UNTUK CNU SUNBAE.

“Tu-tunggu. Su-surat itu bukan untukmu. Surat itu untuk orang lain. Bukan untukmu!”

“Kalau bukan untukku, kenapa surat ini bisa ada di lokerku?” tanyanya lagi, memandangku tajam.

LOKER JINYOUNG?

JADI KEMARIN AKU MENYELIPKAN SURAT DENGAN CINTA DI SETIAP HURUFNYA DI LOKER JUNG JINYOUNG?

DI LOKER SILUMAN RUBAH MERAH ITU???

Aku menoleh ke arah teman-temanku dan mereka membalas tatapanku seolah meminta pertanggungjawaban.

“Ta-tapi surat itu benar-benar bukan untukmu.”

“Ya! Nona, kemarin aku melihatmu menyelipkan surat itu di loker Jinyoung. Aku sangat yakin dengan penglihatanku!” seru Baro Sunbae.

Jadi, si anak topi ini kemarin melihatku menyelipkan surat itu di loker?

Kenapa dia tidak bilang kalau loker itu loker Jung Jinyoung?

Ah, dia kan tidak tahu kalau aku bermaksud menyelipkan surat itu di loker CNU Sunbae.

“Baiklah, karena kau sudah susah-susah menulis surat untukku dan kau juga sudah capek-capek mengendap-endap untuk menyelipkan surat ini di lokerku, sebagai balasannya aku akan menjadikanmu yeojachingu-ku!”

WHAT? YEOJACHINGU? A-AKU TIDAK MAU! SUNGGUH! SURAT ITU BUKAN UNTUKMU! AKU SALAH MENYELIPKAN SURAT! SUNGGUH!”

“Apa katamu? Kau menolak?” tanyanya sambil menatapku dengan tatapan ‘kematian’. Aku jadi tidak bisa berkutik. Uh, bagaimana ini? Masa aku jadi pacar siluman rubah merah ini?

“Nah, semuanya, mulai hari ini… GEUM JOORIN ADALAH YEOJACHINGU-KU! JADI, KALIAN JANGAN ADA YANG BERANI MENYENTUHNYA KALAU KALIAN TIDAK MAU BERURUSAN DENGANKU!”

Matilah aku!

-TBC (^/\^)-

Anditia Nurul ©2013

-Do not claim this as yours-

-Do not re-blog / re-post without permission-

Iklan