WHO SHOULD I CHOOSE [Chap.5]

WHO SHOULD I CHOOSE [Chap.5]

Rating                                     : General

Genre                                      : Romance, Friendship, Family

Length                                    : Multichapters

Main characters               : (Super Junior) Siwon, (SHINee) Minho & You (You as Seo Raena)

Supported characters   : (fx) Amber, Han Gyeorim (OC) & (B2ST) Gikwang

Disclaimer                             : OCs yang ada di FF ini adalah milik author. Ceritanya juga adalah hasil imajinasi dari author. Ini hanyalah sebuah cerita fiksi. Jika ada kesamaan dengan FF lain, maka hal itu tidak disengaja. Typo everywhere!

NO SIDERS! NO PLAGIATOR! JUST RCL!

@@@@@


Next Day

Shinhwa High School

-Still Your POV-

Aku mengajak Amber dan Gyeorim duduk di pinggir kolam sekolah sebelum jam pertama dimulai. Aku ingin meminta bantuan mereka. Aku benar-benar terjepit. Aku bingung harus berbuat apa. Semuanya…semuanya sungguh sulit.

Ottokhae?” tanyaku begitu aku selesai menceritakan apa masalahku.

“Ya! Itu kan perkara mudah, kau kan tinggal memilih salah satu dari mereka, Siwon atau Minho…,” ujar Amber. Aissh, sudah kuduga anak ini tidak mengerti.

“Gyeorim-ah, bagaimana menurutmu? Apa yang harus aku lakukan?” tanyaku pada Gyeorim.

“Raena-ya, jika aku berdiri di posisimu, mungkin aku juga akan kebingungan. Tapi, cobalah untuk tenang sedikit. Pikirkan…apa diantara mereka berdua ada yang kau sukai?”

Aku diam. Jujur, aku menyukai mereka berdua. Mereka berdua sama-sama baik padaku, sama-sama ramah, sama-sama tampan, dan banyak lagi kesamaan yang ada pada mereka—yang membuatku semakin sulit memilih.

“Raena-ya…,” panggil Amber dan Gyeorim bersamaan.

“A-Aku…suka keduanya…,” jawabku jujur.

“Ya! Kau ini rakus sekali!!” tegur Amber.

“Karena itu aku meminta pendapat kalian!! Siapa yang harus aku pilih antara Siwon Oppa atau Minho?” ucapku kesal saking bingungnya.

Tidak lama kemudian bel tanda pelajaran dimulai pun berbunyi. Amber langsung berdiri begitu juga dengan Gyeorim. Aku memandangi keduanya.

“Kau masih ingin disitu, hah!?” tanya Amber.

Dengan perasaan enggan, aku terpaksa berdiri. Hmph, ottokhaeyo? Kenapa harus datang dua namja tampan ke dalam hidupku di waktu yang sama??  O Tuhan, tolonglah hambamu ini. Apa yang harus aku lakukan agar tidak menyakiti keduanya??

-End Of Your POV-

-Minho’s POV-

Aku berdiri di depan pintu kelasku saat kulihat kau dan dua sahabatmu berjalan ke arah kelas kalian. Amber dan Gyeorim tampak seperti biasa saja, sama seperti hari-hari kemarin. Mereka tampak ceria. Tapi kau, kau berjalan sambil menundukkan kepalamu. Tampak tak bersemangat.

Aku hendak menghampirimu, tapi kulihat dibelakangmu ada Han sonsaengnim, guru yang mengajar jam pertama di kelasku. Hmph, kuurungkan niatku untuk menghampirimu. Aku  segera masuk ke kelas lalu duduk di tempatku.

-End Of Minho’s POV-

Meanwhile…

In Siwon’s Room

-Siwon’s POV-

Aku berbaring di atas tempat tidurku sambil menatap langit-langit kamar. Aku memikirkan apa yang kau katakan padaku semalam.

-Flashback-

Siwon Oppa pun menyudahi nyanyiannya dan diiringi tepuk tangan meriah dari pengunjung café saat ia turun dari café dan menghampiriku. Ia kemudian duduk di tempatnya semula dan tiba-tiba menggenggam tanganku yang ada di atas meja. Omona~, apalagi ini??”

“Raena-ya, would you be my lady?”

Kulihat kau menundukkan pandangan matamu. Bisa kurasakan punggung tanganmu sedikit gemetaran.

“Raena-ya…,” panggilku.

Kau pun menatapku.

“O-Oppa…,” gumammu.

“Ne?”

“A-Aku…aku….” Kulihat kau kelihatan takut-takut untuk mengatakan apa yang ingin kau katakan.

“O-Oke…kau tidak perlu menjawab sekarang…,” kataku cepat. “Ayo, makan lagi…,” lanjutku seraya melepas genggaman tanganku. Kau pun melanjutkan kembali makanmu. Hmph….

-End Of Flashback-

Siwon babo! Kenapa kemarin aku langsung mengatakan kalimat itu?? Huft, ya, sudahlah…terlanjur!

“Siwon-ah…!!” kudengar Eomma memanggilku. Aku segera mengambil posisi duduk.

Ne?”

“Kau bisa mengantarkan baju olahraga dongsaeng-mu, kan!? Dia lupa membawa baju olahraganya…,” perintah Eomma.

Ne~, aku mandi dulu…,” kataku lalu beranjak menuju kamar mandi.

Setelah mandi dan berpakaian, aku keluar dari kamarku dan menemui Eomma yang tengah duduk di sofa di depan televisi. Di dekatnya ada kantong plastik berisi baju olahraga namdongsaeng-ku.

“Ini bajunya?!” tanyaku seraya mengambil kantongan itu, membuat Eomma kaget lalu menoleh padaku.

“Aissh! Kau ini mengagetkanku saja, Siwon-ah. Ne, itu bajunya. Pelajaran olahraga jam ke-2, karena itu kau harus cepat. Dari tadi dongsaeng-mu mengirim SMS pada Eomma…,” jelas Eomma panjang lebar.

Kulihat jam tangan yang melekat di pergelangan tangan kiriku. Oh, sekitar setengah jam lagi pergantian pelajarannya. Oke, sekolahnya tidak terlalu jauh.

Geurae, aku berangkat sekarang…,” pamitku.

-End Of Siwon’s POV-

@@@@@

Shinhwa High School

-Your POV-

Hari ini aku benar-benar tidak bisa konsentrasi belajar. Pikiranku melayang-layang pada dua namja itu. Huft, apa yang harus aku lakukan?? Kulihat jam dinding yang terpajang di atas papan tulis, hmph…5 menit lagi pelajaran pertama akan selesai.

Aku pun melihat ke arah jendela sebelah kanan kelas, jendela yang berbatasan dengan koridor. Beberapa siswa tampak berlalu lalang. Tiba-tiba, kulihat Siwon Oppa melintas di koridor sambil berlari pelan.

J-Jamkanman! Tadi aku bilang apa? SIWON OPPA?? Apa yang dilakukan Siwon Oppa di sekolah ini? Apa dia datang mencariku? T-Tapi untuk apa? Ma-Masa hanya untuk menanyakan masalah kemarin. Tidak mungkin.

Sekali lagi kulihat Siwon Oppa melintas ke arah berlawanan dari arah saat aku melihatnya melintas pertama kali. Ah! Ne, Siwon Oppa pasti mau menemui dongsaeng-nya. Dia pernah bilang kalau dia punya dongsaeng yang sekolah disini.

“Nona Seo! Nona Seo!”

“Ya! Raena-ya, kau dipanggil sama Yoon sonsaengnim…,” tegur Amber disebelahku.

Aku melihat ke arah Yoon sonsaengnim yang menatapku tajam di depan kelas.

“Kerjakan soal terakhir di papan!” perintahnya dengan nada tinggi. Aku menoleh ke arah Amber dengan mimic wajah memelas. Amber hanya menggidikkan bahunya. Huweeee!!

Aku tiba di depan white board. Kuambil sebatang spidol hitam yang diberikan Yoon sonsaengnim. Kuamati angka-angka yang ada pada soal nomor lima, soal terakhir.

“Persamaan kuadrat x2 – 4x + k = 0 mempunyai akar p dan q. Jika pq = 2, tentukanlah nilai k pada persamaan kuadrat tersebut!” #bisa jawab soal ini, reader? Hehehe XD *dilempar batu*

Bagaimana cara menjawab soal ini?? Tadi aku tidak memperhatikan penjelasan Yoon sonsaengnim. Ottokhaeyo?? Cukup lama aku berdiri di depan white board tanpa menuliskan satu angka pun.

“TEEEEEEEET…TEEEEEEEET…TEEEEEEEEET….”

“Seo Raena, karena waktu sudah habis, soal itu menjadi PR untukmu. Pertemuan berikutnya kau harus menjawab soal itu di papan tulis, arasseo?!” kata Yoon sonsaengnim.

Ne, sonsaengnim…,” jawabku lalu memberikan spidol padanya kemudian kembali ke tempat dudukku.

“Sampai ketemu di pertemuan selanjutnya…,” ucap Yoon sonsaengnim lalu keluar dari kelas.

Setelah Yoon sonsaengnim keluar, beberapa temanku mulai bergerak dari tempatnya. Ada yang sekedar berjalan kedepan kelas atau ada juga yang ingin buang air kecil.

“Ya! Kau tadi kenapa, hm!? Masa soal semudah itu kau tidak bisa jawab…,” kata Gyeorim padaku. Ia memutar bangkunya ke belakang sehingga bisa berhadapan denganku.

“Aku tidak memperhatikan apa yang dijelaskan Yoon sonsaengnim. Aku tidak konsentrasi. Dan terlebih, sebelum aku disuruh maju ke depan, aku melihat Siwon Oppa…,” jelasku.

Jeongmal? Apa yang dia lakukan disini??” tanya Amber antusias.

“Aku rasa dia ingin menemui dongsaeng-nya yang sekolah disini…,” jawabku.

Dongsaeng?” tanya Amber dan Gyeorim bersamaan.

Ne, dongsaeng. Siwon Oppa pernah mengatakan kalau dia memiliki seorang dongsaeng yang bersekolah disini…,”

Nugu?” tanya Amber lagi.

Mollayo…,” jawabku sambil menggelengkan kepalaku pelan. “Yang pasti dongsaeng-nya itu seumuran dengan kita dan berada di kelas sebelah sana…,” kataku seraya menunjuk arah Siwon Oppa melintas pertama kali tadi.

“Kalau begitu dongsaeng-nya berada di kelas 2A atau 2B…,” sahut Gyeorim.

Kami bertiga pun diam, mencoba menerka-nerka siapa dongsaeng dari Siwon Oppa. Hmph, aku juga babo, kenapa aku tidak menanyakan nama dongsaeng-nya padahal aku dan Siwon Oppa sering sekali SMS-an.

“Di kelas 2A, setauku ada 3 orang yang bermarga Choi…,” Amber bersuara, membuat aku dan Gyeorim menoleh ke arahnya.

“Choi Jinri, Choi Minho dan Choi Young-Hak…,” tambahnya. Tiba-tiba aku tersentak mendengar nama Choi Minho disebut oleh Amber.

“Ya! Ya! Jangan-jangan dongsaeng Siwon Oppa itu adalah Minho. K-Kalau benar berarti aku…aku…,” ucapku cemas.

“Ya! Belum tentu…,” tepis Gyeorim.

Ne, lagi pula, Minho tidak pernah menceritakan kalau dia itu punya hyung,” tambah Amber. Aku sedikit bernafas lega. Setidaknya, kemungkinan Minho ada dongsaeng dari Siwon Oppa sangat kecil. Hmmph, syukurlah…setidaknya dua orang yang menyatakan cinta padaku itu bukanlah kakak beradik. Fiuh~~

“Kalau di kelas 2B, bagaimana?” tanyaku.

“Kalau di kelas itu cuma ada 1 orang, Choi Sooyoung…,” jawab Amber.

Jamkanman, kau tau dari mana kalau di kelas 2A cuma ada 3 orang Choi dan di kelas 2B cuma ada 1 orang Choi?” tanya Gyeorim. Ne, aku juga sedikit penasaran tentang hal itu. Dari mana Amber bisa tau sedetail itu.

“Kalian berdua tidak perlu tahu. Yang pasti, kata-kataku tadi itu benar dan dijamin 100% akurat!”

Saat aku dan kedua sahabatku ini ingin menerka sekali lagi, Jung sonsaengnim telah menampakkan wajahnya di depan kelas. Waktunya belajar Bahasa Korea!

@@@@@

Go Home Time

Aku dan Gyeorim berdiri di dekat tempat parkir motor di halaman sekolah, menunggu Minho dan Gikwang yang katanya ingin belajar bersama. Lebih tepatnya, meminta aku untuk membantu mereka mengejar ketertinggalan materi pelajaran selama mereka ikut pertandingan sepak bola. Aku memaksa Gyeorim ikut bersamaku untuk jaga-jaga siapa tahu mereka bertanya pertanyaan yang super sulit.

Sementara Amber telah pulang duluan untuk mempersiapkan segala keperluan tim yang berhasil masuk babak final dan akan bertanding lusa.

“Aissh! Mana dua orang itu? Lama sekali~~,” gerutu Gyeorim setelah melirik jam tangannya.

Mollayo~~,” balasku.

Tidak lama kemudian, dari kejauhan Minho dan Gikwang berjalan sejajar ke arah kami.

Mian…lama…,” ucap Minho setelah mereka berdua tiba dihadapanku dan Gyeorim.

Ppalli!!” bentak Gyeorim.

“Ya! Kenapa kau mengajak yeoja bawel ini? Kami kan hanya mengajakmu…,” protes Gikwang seraya menatap kesal ke arah Gyeorim. Gyeorim memeletkan lidahnya.

“Ya! Aku merasa canggung kalau hanya aku yang yeoja!! Sudahlah, Gyeorim juga pasti bisa membantu…,” kataku.

“Oke…kita ke rumahku sekarang!” ajak Minho dan otomatis mengakhiri pertengkaran Gikwang dan Gyeorim.

Kedua namja itu pun segera mengeluarkan motornya dari area parkir.

“Raena-ya, ayo naik!”

Minho menghentikan motornya sejenak di hadapanku dan Gyeorim dan tidak lama kemudian Gikwang pun ikut menghentikan motornya di belakang motor Minho.

“Ya! Masa aku dibonceng sama dia! Sirheo!!!” kata Gyeorim setelah ia sadar ia harus dibonceng Gikwang.

“Yeee…siapa juga yang memboncengmu!! Weeek!!” balas Gikwang.

“Oke…Gyeorim-ah, kau denganku. Raena-ya, kau dengan Gikwang…,” kata Minho kemudian. Barulah Gyeorim mengangguk.

In Minho’s Home

Minho dan Gikwang memarkir motor mereka di halaman sebuah rumah mewah. Di depan rumahnya ada taman bunga dengan pondok kecil di tengahnya (itu lho, rumah-rumah kecil yang biasa ada di sawah. Tempatnya petani istirahat..hehe). Waw, begitu nyaman belajar di rumah ini.

“Mau belajar di dalam atau di pondok itu?” tanya Minho.

“Di pondok!” jawabku cepat membuat ketiga orang disekitarku menoleh padaku.

“O-Oke…,” kalian tunggu saja di pondok itu.

Aku segera berlari ke arah pondok itu, melepas sepatuku lalu duduk di dalamnya. Huwaaa…sangat nyaman.

“Raena-ya, kau ini semangat sekali…,” gerutu Gyeorim saat ia baru saja tiba di pondok kecil milik Minho.

“Rumah idamanku, nih. Ada taman dan pondok kecil seperti ini. Kalau begini, aku bisa betah berjam-jam di rumah Minho…,” kataku sambil melihat-lihat beragam bunga-bunga indah yang mungkin ditanam oleh Eommanya Minho.

“Halah…bicaramu itu! Masa kau mau sampai malam disini?!” tegur Gikwang padaku. “Dengar-dengar ya, rumah Minho ini ada penunggunya…,”

Aku dan Gyeorim langsung menoleh ke arah Gikwang yang ikut duduk di dekatku. Rumah sebagus ini ada penunggunya?? Kupandangi sekali lagi rumah Minho. Me-Memang kalau di film-film, rumah yang terlalu besar itu banyak penunggunya. Hiyyy…Aku dan Gyeorim bergidik ngeri.

“Hahaha…babo-ya! Tentu saja rumah ini ada penghuninya! Minho dan keluarganya. Mereka itulah penghuninya…hahahahahahaha.” Gikwang tertawa terbahak-bahak sambil memegang perutnya. Wajahnya merah padam.

“Bugh!”

“Hahahahaha,” gantian aku dan Gyeorim yang tertawa lepas melihat mimic wajah Gikwang yang begitu bodoh setelah wajahnya terkena lemparan sepatu dari Gyeorim.

Tidak lama kemudian, Minho pun menghampiri kami. Ia telah mengganti seragam sekolahnya dengan baju kaos berwarna merah dengan garis-garis putih di bagian lengannya. Ia juga membawa beberapa buku cetak.

“Ya! Ada apa ini? Kenapa wajahmu seperti itu Gikwang?” tanya Minho heran sembari memperhatikan wajah Gikwang yang terdapat bekas sol sepatu.

“Ah…itu…Gikwang tadi digigit nyamuk dan ia berusaha memukul nyamuk itu dengan sepatu Gyeorim. Sayang dia malah memukul wajahnya sendiri…,” jelasku sambil menahan tawa. Kulihat Gikwang menatapku dengan tatapan ‘awas-kau-Raena!’.

“Eh? Babo-ya…,” sahut Minho.

“Sudahlah…ayo mulai!!” gerutu Gikwang sembari merebut buku-buku dari tangan Minho.

Kami berempat pun duduk melingkar dengan buku Biologi berada di tengah—menghadap ke arah Minho dan Gikwang—dan buku-buku lain berada di sisi Gyeorim. Untuk materi Biologi, aku yang mulai menjelaskan terlebih dahulu.

Beberapa menit kemudian…

“Minho-ya, aku mau ke toilet…,” kataku pelan.

“Oh, kau masuk saja ke dalam rumahku,” ujar Minho.

Mwo? Kalau Eomma atau Appa-mu ada di dalam, ottokhae?” tanyaku ragu.

Gwaenchana. Sekarang di rumah cuma ada pembantu…,” jawab Minho.

Aku segera bangkit dari dudukku, memakai sepatu lalu segera berlari ke arah rumah Minho. Aku masuk ke dalam rumah Minho dengan sedikit ragu. Omo~~, bagian dalam rumahnya begitu bagus. Segala perabotannya tertata rapi dan terlihat mewah.

Tiba-tiba aku teringat kalau aku ingin buang air. Untunglah aku bertemu dengan pembantunya. Aku pun menanyakan dimana letak toilet.

“Oh, disana…,” kata pembantu itu ramah sembari menunjuk sebuah pintu yang tidak begitu jauh dari tempat kami berdiri.

Gomawo…,” ucapku lalu berlari ke arah pintu itu.

Aaaaah~~~ leganya!! Setelah selesai ‘bertransaksi’ , aku berjalan menuju tempat Minho dan teman-teman lain berkumpul. Tapi, sebuah benda yang baru saja aku lewati membuatku membatu.

Kulihat sekali lagi benda itu. Foto keluarga. Sepasang pria dan wanita paruh baya berpakaian hanbok duduk di depan, sementara di belakangnya, berdiri dua orang namja yang juga berpakaian hanbok.

Aku benar-benar tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Kedua namja itu adalah Minho dan SIWON OPPA! Aku ulang sekali lagi. Kedua namja itu adalah CHOI MINHO DAN CHOI SIWON!! Aku merasa seperti baru saja ditimpa batu besar. Tidak mungkin! J-Jadi, aku harus memilih salah satu diantara dua kakak beradik ini? Hh…Ini pasti hanya mimpi! Pasti mimpi!

“Nona! Nona!” tegur pembantu yang tadi. Mungkin ia merasa aneh melihatku memukul-mukul kedua pipiku sendiri.

Ne?”

“Kau baik-baik saja?” tanyanya.

“Eh? Ah, ne…aku mau keluar. Gomawo…,” ucapku cepat.

Aku berlari ke arah pondok dan langsung mengambil tasku. Tak lupa aku menarik Gyeorim dan mengajaknya pulang. Tidak kupedulikan kata-kata Minho dan Gikwang yang keheranan melihatku ingin pulang tiba-tiba.

Setelah Gyeorim memakai sepatunya, kutarik lagi ia keluar dari area rumah Minho. Aku pun menyetop sebuah taksi yang melintas di depan rumah Minho. Aku dan Gyeorim segera masuk ke dalam taksi itu.

“Raena-ya, ada apa? Kenapa kau jadi aneh seperti ini, hm!?” tanya Gyeorim. “Wajahmu juga pucat. Apa ada sesuatu di rumah Minho?” lanjutnya.

Ne…kau benar…ada sesuatu di rumah Minho…,”

“HAAAA? Jadi rumah Minho benar-benar ada ‘penunggu’-nya??” seru Gyeorim.

“Ini lebih buruk dari hantu!” kataku.

Jincca? Lalu apa?”

“Adik Siwon Oppa…Adik Siwon Oppa ternyata adalah Minho!!”

WHAAAAAATTTTT???”

-End Of Your POV-

-TBC (^/\^)-

Iklan

6 thoughts on “WHO SHOULD I CHOOSE [Chap.5]

  1. Eonni!! kau membuatku semakin penasaran!!!#tereakpaketoak#Digebukwargasekampung
    Cepet dilanjut eonni!!!
    aku suka banget ini ff! keren!

    Pokoknya harus lanjut Eonni! Kalo gak dilanjut, entar aku culik Onew sama Ryeowook oppa, hehe*anakkurangajar!
    Fighting Eonni!

    Oke, aku mau merusuh dulu di blog eonni#Plaak!!

  2. bagusssssss bangetttt~~~
    aku suka banget critanyaa >.<
    genrenya~~~
    DAEBAKKK, Very Nice !!

    Aku tunggu Next Chapter ya!!~~
    Hwaiting^^

    ^____*

  3. Hmm, dugaanku benarkan eonn? *bangga* 😛
    udah aku duga dari part sebelumnya kalau choi bersaudara emang saudaraan.
    uhh..jadi semakin penasaran buat next partnya, kira-kira ‘kau’nya milih siapa ya?.
    kalau boleh bri masukkan buat ‘kau’nya…pilih ‘Choi Siwon’ aja deh, kan dia anak laki-laki pertama di keluarga itu *you know what i mean* kekekek~ *ditendang Minho* ^^
    nice story… ^^

    ^_^ EONNI FIGHTING!!!!

.: A-Yo, Komen. A-Yo... A-Yo :.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s