WHO SHOULD I CHOOSE? [Chap.2]

WHO SHOULD I CHOOSE? [Chap.2]

Image

Rating                                   : PG-13

Genre                                    : Fluff, Friendship, Family

Length                                    : Multichapters

Main characters                     : (Super Junior) Siwon, (SHINee) Minho & You (You as Seo Raena)

Supported characters           : (SuJu) Leeteuk, (SuJu) Eunhyuk, (SHINee) Onew, (fx) Amber & Han Gyeorim (OC)

Disclaimer                              : OCs yang ada di FF ini adalah milik author. Ceritanya juga adalah hasil imajinasi dari author. Ini hanyalah sebuah cerita fiksi. Jika ada kesamaan dengan FF lain, maka hal itu tidak disengaja. Typo everywhere!

NO SILENT READERS! NO PLAGIAT! JUST RCL!

@@@@@

Still in the same day

-Your POV-

Setelah keluar dari café, aku, Gyeorim dan Amber berjalan terpisah karena rumah kami memang berlainan arah. Aku pun berjalan menuju halte bis yang akan mengantarku menuju rumah, tapi di depan sana aku melihat penjual sate ikan, makanan favoritku! =D

Ajussi, eolmayeyo?”

“2000 won per tusuk…,” jawab Ajussi itu ramah sambil tersenyum padaku.

Aku pun membuka tasku untuk mengambil dompet. Saat aku sedang merogoh-rogoh tasku, aku menyadari bahwa aku tidak menemukan dompetku. Aku tutup kembali tasku lalu memeriksa saku rokku.

Omona~~, dompetku dimana?” kataku panic sambil mencoba memeriksa ulang isi tasku.

Aku keluarkan satu per satu isi tasku sampai tasku kosong melompong, namun dompetku tetap saja tidak bisa aku temukan. Aku pun mengingat-ingat dimana terakhir kali aku menyimpan dompetku.

“Ah!” gumamku.

Terakhir kali aku menyimpan dompetku di saku rok setelah membayar taksi menuju café tadi. J-Jangan-jangan dompetku jatuh. Tapi, jatuh dimana?? Huwaa~, Eomma! Ottokhaeyo? Amber-ah, Gyeorim-ah, help me!!!

-End Of Your POV-

A few minutes later…

-Minho’s POV-

Aku sedang melajukan motorku di daerah Dongdaemun dan aku melihat seorang yeoja—berseragam sama dengan seragamku—sedang jalan di atas trotoar sambil merunduk. Aku menepikan motorku di dekat yeoja itu dan ternyata yeoja itu adalah kau! Kau berhenti lalu menoleh padaku.

“Raena-ya, apa yang kau lakukan disini?” tanyaku masih duduk di atas motorku dan juga masih mengenakan helm.

Nuguya?” tanyamu. Aku pun melepas helm dari kepalaku.

“Kau kenal?” tanyaku. Kau pun tersenyum.

Mianhaeyo, Minho-ya…,” ucapmu.

Ne, gwaenchana. Mm, sedang apa kau di daerah sini? Kenapa belum pulang, hm?” aku mengulang pertanyaanku.

“Mm…itu…dompetku hilang. Aku jadi tidak bisa pulang naik bis,” jawabmu pelan.

Omo~, jadi kau mau jalan kaki ke rumahmu panas-panas begini??” tanyaku terkejut. Kau mengangguk pelan.

“Hmph, geurae, ayo naik. Aku antar kau pulang…,” tawarku. Kau langsung mengangguk.

Aku pun memberimu sebuah helm yang  memang sudah ia sediakan. Kau pun mengenakan helm itu lalu duduk di belakangku.

“Sudah siap?” tanyaku.

Ne.

Aku menarik gas lalu melajukan motorku kencang di badan jalan menuju Seongdong-gu. Bisa kurasakan kau menggenggam erat bagian samping kiri-kanan seragam. Kenapa kau tidak memeluk pinggangku saja…hehehe. =D

Aku mengurangi kecepatan motorku lalu menepikannya tepat di depan sebuah rumah minimalis dengan berbagai tanaman bunga di halamannya. Kau pun turun, melepas helm lalu memberikannya padaku.

“Minho-ya, gamsahamnida sudah mau mengantarku…,”

Ne, cheonmane…,” balasku singkat.

“Mm…mau masuk dulu?” tawarmu.

Aniyo, gomawo. Nanti sore aku ada latihan, jadi aku mau pulang untuk istirahat sebentar…hehe,” jawabku. “Mm…, nanti sore kau menonton latihan lagi kan dengan Amber?” tanyaku.

“Oh, ne…,” jawabmu singkat kemudian tersenyum padaku. Aku pun membalas senyumanmu.

“Aku pulang, ya. Sampai jumpa nanti di lapangan…,” kataku. Kau hanya mengangguk pelan lalu melambaikan tangan kananmu padaku seiring aku melaju pelan meninggalkanmu.

-End Of Minho’s POV-

-Author’s POV-

Kau pun berjalan masuk ke rumahmu, menyapa Eomma-mu yang sedang asik menonton TV lalu naik ke lantai dua, menuju kamarmu. Kau meletakkan tasmu di atas meja belajar lalu menghempaskan tubuhmu di atas kasur. Ingatanmu tentang dompetmu yang hilang kembali, setelah beberapa saat lalu kau lupakan.

“Aissh, ottokhaeyo? ATM dan kartu siswaku ada di dalam dompet itu? Arrgh, dompet itu jatuh dimana??”

Tidak lama kemudian, kau pun mengambil posisi duduk lalu berjalan menghampiri tas dan mengambil HP-mu yang ada di dalamnya. Kau segera mengirimkan pesan kepada Gyeorim dan Amber yang isinya:

“Dompetku hilang! Apa diantara kalian ada yang menemukannya?”

Tidak lama kemudian, balasan dari Amber dan Gyeorim pun masuk ke HP-mu.

Amber:

“Jincca? Bagaimana bisa? Dompetmu tidak ada padaku.”

Gyeorim:

“Aigoo, Raena-ya! Kenapa dompetmu bisa hilang? Terakhir kali kau simpan dimana? Jangan-jangan kau lupa dimana menyimpannya….”

Kau pun menghela nafas pelan. Tidak ada satu pun diantara mereka yang tahu keberadaan dompetmu itu. Dengan sangat terpaksa, kau pun berniat memberitahu hal itu pada Eomma-mu.

“I think I love you
Geureongabwayo
Cause I miss you
Geudaeman eobseumyeon”

HP-mu berdering. Segera kau meraih HP-mu lalu menjawab panggilan tanpa melihat tulisan yang tertera di layar HP-mu terlebih dulu.

Yoboseyo?”

“Seo Raena, masih ingat aku?” tanya suara diseberang.

Nugu?” tanyamu bingung.

“Aku Siwon. Ingat, kan!?”

“O, ne. Waeyo? Bukan kah aku sudah membayar biaya laundry pakaianmu. Apa aku masih berhutang padamu?” tanyamu.

Aniya…, tadi dompetmu jatuh di café. Sekarang kau pasti sedang mencari dompetmu, kan!?”

Jeongmal? Lalu kau dimana sekarang? Aku akan kesana untuk mengambil dompetku…,”

“Ya! Tidak bisa sekarang. Aku ada di kampus dan sebentar lagi aku ada mata kuliah. Nanti sore, otte?”

Geurae.”

Ne, nanti aku sms dimana tempatnya,”

“Oke,” katamu menyetujui. “Oia, jangan buka-buka dompetku apalagi mengambil isinya, arasseo??”

Ne…,” sahut Siwon di seberang.

Kau pun memutuskan panggilan dari Siwon. Kau pun bernafas lega karena berhasil  menemukan dompetmu kembali. Kau pun meletakkan HP-mu di atas meja lalu berbaring sejenak.

-End Of Author’s POV-

At 04.43 p.m

Cepat-cepat aku mengganti pakaianku setelah mendapat telepon dari mahasiswa Inha itu. Setelah itu, aku menyetop sebuah taksi yang kebetulan melintas di depan rumah untuk menuju taman di dekat Sungai Han.

“Hmph, lama sekali! Aku hampir saja pulang!” gerutu mahasiswa itu saat melihatku berdiri di dekatnya.

Joiseonghamnida…tadi aku ketiduran,” kataku. “Mana dompetku?” lanjutku.

“Ya! Nona, bisakah kau duduk dulu? Kau tidak sedang terburu-buru, kan!?” katanya seraya menepuk-nepuk bagian bangku yang kosong di sampingnya. Aku pun duduk di bangku itu.

“Aku sudah duduk. Sekarang, kembalikan dompetku…,” kataku seraya menjulurkan tangan kananku ke arahnya. Mahasiswa itu pun merogoh-rogoh sakunya lalu mengeluarkan dompetku.

“Ini…,”

Aku merebut dompet itu dari tangannya lalu membuka dompetku untuk memeriksa isinya. Siapa tahu isinya berkurang. ATM, kartu siswa, dan uang tunai 42.000 won. Hmph, syukurlah isinya lengkap.

“Ya! Kau pikir aku pencuri apa? Aku jadi tersinggung melihatmu memeriksa dompet,” gerutunya. Aku memandangnya.

“Aku cuma memastikan…,” jawabmu lalu tersenyum. “Oya, gomawo sudah mau mengembalikan dompetku, mm…,”

“Siwon. Choi Siwon!” dia menyebutkan namanya.

Ne, Siwon Oppa, gomapseumnida…,”

“Mm, cheonmane…,” balasnya.

Beberapa saat kemudian, aku dan Siwon Oppa berbincang-bincang. Dia tipe orang yang mudah akrab dengan orang lain dan dia juga orang yang asik. Kami terus mengobrol layaknya dua orang yang sudah akrab hingga lupa waktu. Melihat langit yang sudah mulai gelap, aku pamit pulang.

-End Of Your POV-

@@@@@

Next day…

Shinhwa High School

06.53 p.m

-Minho’s POV-

Aku berjalan santai menuju kelasku sambil bersenandung kecil atau menyunggingkan senyum kepada teman-teman yang menyapaku. Saat aku melewati kelasmu, aku mengintip ke dalam. Kulihat bangkumu masih kosong. Hm, kau belum datang. Tumben!

Aku pun melewati kelasmu, namun tiba-tiba aku mendengar suaramu memanggilku.

“Minho-ya…,” aku berbalik ke belakang dan mendapatimu berlari ke arahku.

“Ya! Mianhaeyo, kemarin aku tidak melihatmu latihan. Jeongmal mianhae…hhh,” ucapmu dengan nafas tersengal. Aku tersenyum.

Ne, gwaenchana. Kata Amber kau sedang mencari dompetmu yang hilang itu. Mianhae, seharusnya aku membantumu…,”

“Eh, ne. Aku sudah menemukan dompetku. Untung namja itu baik dan mau mengembalikan dompetku,” jelasmu.

Namja?”

“Eh? Ne…,”

“O…,” sahutku singkat lalu mengangguk. “Mm, besok pertandingan sekolah kita melawan SMA Kirin,” tambahku.

Ne, semoga besok kita menang lagi…,” katamu menyemangatiku.

Beberapa saat kemudian, bel pun berbunyi. Aku pamit dan segera berlari kecil menuju kelasku yang berjarak dua kelas dari kelasmu.

-End Of Minho’s POV-

In Inha University

-Siwon’s POV-

Aku dan Eunhyuk sedang duduk di taman kampus, menunggu kuliah berikutnya. Kulirik Eunhyuk—yang duduk agak jauhan dariku—begitu  serius menatap layar laptopnya sambil sesekali tersenyum. Ha! Dia pasti sedang men-download video yadong.

“Siwon-ah, kau mau, hm!?” tanya Eunhyuk menawariku sesuatu.

Mwo?” tanyaku.

Ia menjawab pertanyaanku hanya dengan gerakan mulutnya tanpa suara dan aku bisa menebak apa yang ia ucapkan.

Sirheo!” ucapku tegas. Eunhyuk hanya cuek lalu kembali menatap layar laptopnya.

Kulihat Leeteuk sunbaenim—ketua BEM—menghampiri kami, namun ia memberi isyarat padaku untuk tidak memberi tahu keberadaannya pada Eunhyuk. Saking seriusnya, Eunhyuk tidak menyadari kalau Leeteuk sunbaenim berada tepat di belakangnya dan memperhatikan situs apa yang tengah ia buka.

“YA! LEE HYUKJAE!” bentak Leeteuk sunbaenim membuat Eunhyuk kaget. Eunhyuk langsung menutup laptopnya lalu menoleh ke belakang.

“Ehehehe…sunbaenim, annyeong~~” sapa Eunhyuk sambil memamerkan gummy smile-nya pada Leeteuk sunbae.

“Apa yang kau lihat Lee Hyukjae?” tanya Leeteuk sunbae lalu duduk di samping Eunhyuk.

“Riset, sunbaenim. Riset tingkat pergaulan bebas remaja jaman sekarang…,” jawab Eunhyuk asal. Aku hanya berusaha menahan tawaku.

“Halah! Aku liat tadi kau men-download video begituan, kan!? Hah, kau ini menyalahgunakan internet gratis di kampus!!” gerutu Leeteuk sunbaenim.

Aniyaa~~” Eunhyuk membela diri. “Ini benar-benar riset! Dan berikutnya, aku mau meriset mahasiswa yang pacaran dengan anak SMA…,” tambah Eunhyuk lalu melirikku.

“Apa maksudmu menatapku seperti itu, hm??” tanyaku. Leeteuk sunbaenim pun melihat ke arahku.

“Ya! Siwon-ah, kau tidak usah bohong. Kemarin aku liat kau duduk bersama yeoja SMA Shinhwa itu di taman dekat Sungai Han.

“Oh, siswi SMA yang waktu itu menumpahkan jus tomat di kepalamu?” Leeteuk sunbaenim memastikan.

“Bukan menumpahkan, sunbae. Tapi, tidak sengaja menumpahkan…,” kataku meralat ucapan Leeteuk sunbae dengan memberi penekanan pada kata ‘tidak sengaja’-nya.

“Tuh, sunbae liat, kan!? Dia membela yeoja itu! Ha, aku yakin dia pasti mengincar yeoja SMA itu, sunbae….”

“Ya! Lee Hyukjae, bukannya itu kau! Kau yang ingin menebar pesonamu pada siswi SMA itu sampai-sampai kau meninggalkan rapat BEM!”

“Siwon-ah…,” geram Eunhyuk padaku.

“Benarkah itu, Hyukjae?” Leeteuk sunbae mendelik ke arah Eunhyuk, sementara Eunhyuk hanya memamerkan sebuah cengiran.

“Lalu, anak SMA itu bagaimana, Siwon-ah?” lanjut Leeteuk sunbae kemudian.

Ani. Kemarin itu aku hanya mengembalikan dompetnya yang kebetulan jatuh di café, sunbaenim,” jelasku. Leeteuk sunbae mengangguk.

“Ya! Eunhyuk, sekarang kau ikut aku ke ruang BEM. Ada tugas tambahan untukmu…,” ujar Leeteuk sunbae lalu beranjak dari tempatnya diikuti Eunhyuk. Aku berusaha menahan tawaku melihat wajah Eunhyuk yang terlihat tidak ikhlas menuruti perintah sunbaenim. Haha!

-End Of Siwon’s POV-

@@@@@

Two Weeks Later…

Shinhwa High School

Rest Time

-Your POV-

Dengan langkah kesal aku melangkah menuju ruang OSIS. Aisssh, kenapa ketua OSIS menyebalkan itu mengadakan rapat dadakan di jam istirahat yang singkat ini?? Jincca! Kalau kali ini dia hanya membahas sesuatu yang tidak penting, akan kugosokkan arang ke kulitnya itu.

Annyeonghaseyo…,” sapaku saat memasuki ruang OSIS.

Kulihat Onew, si ketua OSIS, dan beberapa ketua seksi lain sedang duduk membentuk lingkaran, menunggu 2 orang ketua seksi lagi.

“Raena-ya, duduk…,” kata Onew.

Setelah semua ketua seksi sudah lengkap, Onew pun memulai rapat dadakannya. Dengan perasaan lapar yang sangat, aku berusaha memperhatikan apa program baru yang diusulkan Onew.

“Mengerti semua?” tanya Onew di akhir penjelasan program yang menurutku program yang paling tidak mengasyikkan diantara semua program yang ia buat selama menjabat sebagai ketua OSIS.

Ne~~” seru para ketua seksi termasuk aku.

“Oke…rapat hari ini ditutup. Selamat menikmati istirahat kalian…,” kata Onew lalu berdiri dari duduknya.

Bergegas aku keluar dari ruang OSIS menuju kantin untuk mengisi perutku sebelum bel tanda istirahat selesai berbunyi. Sialnya, aku baru saja melangkahkan kakiku memasuki area kantin, bel telah berbunyi. ARRGGGHH…!!!

Go home time…

Bel pulang sekolah akhirnya berbunyi. Dengan segera aku keluar dari kelas begitu sonsaengnim meninggalkan kelas kami. Aku benar-benar lapar! Untung saat istirahat kedua, aku sempat mengisi perutku dengan 2 bungkus roti sekaligus, tapi itu tidak cukup!

Aku berjalan cepat menuju tempat parkir untuk mengambil motorku, motor baru yang dibelikan Appa dan Eomma seminggu yang lalu. Huaa, rasanya menyenangkan tidak naik bis lagi. Aku mengeluarkan motorku dari barisan parkir motor lalu mengendarainya.

“Aku duluan…,” teriakku pada Amber dan Gyeorim yang saat itu tengah berjalan menuju gerbang. Mereka hanya melambaikan tangan padaku.

Aku melaju dengan cepat di badan jalan, tidak sabar untuk tiba di rumah. Aku pun tiba dibagian jalan yang rawan macet. Benar dugaanku. Di depan sana kendaraan-kendaraan berhenti. Suasana bising karena bunyi klakson dan asap knalpot yang menderu, membuatku mencari jalan lain.

Aku pun membelokkan motorku ke sebuah jalanan di sebelah kanan. Aku tahu, kalau lewat jalanan itu, jarak rumahku bertambah jauh. Hm, tidak apalah. Dari pada aku terjebak kemacetan yang tidak jelas.

Aku menambah sedikit lagi kecepatan motorku, tapi aku menyadari motorku malah melambat. Dan rasanya ada sesuatu yang aneh kurasakan. Kulihat penunjuk liter bensin, setengah full. Motorku semakin melambat dan jalannya mulai tidak karuan. Ku tengok ban depan motorku, KEMPES!

Aku pun menepikan motorku di bawah sebuah pohon yang rindang. Kuperhatikan bannya yang sepertinya tertusuk paku saat aku melalui jalanan tadi. Ottokhae? Aku tidak tahu menahu masalah seperti ini. Aku merogoh tasku lalu menghubungi Eomma.

“Aisssh! Kenapa Eomma tidak mengangkat telponnya!?” gerutu setelah beberapa kali menelpon Eomma, tapi tidak dijawab.

Aissh! Kepada siapa aku harus minta tolong sekarang? Tempat ini sepi. Huwaa, Appa, Eomma, Amber, Gyeorim, ottokhae? Somebody please help me!! Akhirnya, aku berjongkok di bawah pohon sambil memperhatikan motorku. Sesekali kucoba menelpon Eomma, tapi tetap saja ia tidak menjawab.

“Raena-ya…,” seseorang berdiri di dekatku sambil menyebut namaku. Aku menoleh ke arah orang tersebut.

-End Of Your POV-

-TBC (^/\^)-

Iklan

10 thoughts on “WHO SHOULD I CHOOSE? [Chap.2]

  1. yaa ampun raena kasian sekali nasibmu , udah dompet ilang tp alhamdulila balik lg dompetnya , sekrang ban motornya kempes , semoga aja siwon oppa yang nolongi lg , kalau beneran berarti kalian berjodoh heheehh 😀

  2. eonni!!! mian baru komen setelah sekian lama saya baca*bow#nangisdipojokan
    aku penasaran tingkat dewa eonn*lebay#plakk!!*
    pemandangan TBC di bawah sungguh tidak mengenakan dipandang#Dzighh
    oke, aku loncat ke part berikutnya dulu….

  3. Siapa ya Orang itu apa Onew *plak di gambar eonni, kekekek~
    gimana ceritanya Onew bisa nyasar disitu 😀
    oke, aku tebak itu …… Minho / Siwon *plakk, tebakan apa ini.
    🙂
    PS : mian ya eonn, komennya aneh kyak gini 🙂

    1. Ha? Onew nyasar dimana?
      Dia kan ketos yang baru dapat adegan di part ini…hehe #ceritanya.
      Oke, memag ssalah satu diantara kedua orang itu. =D

      Gomawo saeng udah RC lagi ^^

.: A-Yo, Komen. A-Yo... A-Yo :.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s