MY BELOVED CHEF {Special For Ryeowook Oppa’s Birthday

MY BELOVED CHEF {Special For Ryeowook Oppa’s Birthday

Rating                        : PG-13

Genre                          : Fluff

Length                        : Oneshot

Maincasts                 : Ryeowook, Cho Junmi(OC)

Supported                 : Chef Choi Yeong-gi (OC) & Boram Eonni (OC)

Disclaimer                 : Plot dan OC/SI punya author. Idenya author dapat gara-gara akhir-akhir ini author nonton drama PASTA sama nonton Master Chef Indonesia. Jadinya pengen bikin FF yang ada koki-nya gitu…hehehe.

Summary                  : Junmi, yeojachingu Ryeowook –yang tidak pandai memasak-, berusaha membuat makanan favorit Ryeowook untuk hari ulang tahunnya. Namun, Junmi tetap saja gagal dan gagal.

A/N                                 : Mianhae kalau FF-nya gaje. Abisnya author bikin FF ini buru-buru dan di tengah banyaknya  tugas2 kuliah menjelang final #curcol.

@@@@@

June, 15th 2011

03.26 p.m

Ryeowook’s apartemen

-Ryeowook’s POV-

“Mianhae Oppa, aku ada janji dengan temanku”

“Mianhae Oppa, hari ini aku mau menemani Kyuhyun Oppa ke suatu tempat”

“Ah, jeongmal mianhae Oppa, aku mau mengerjakan tugas kelompok dengan temanku”

Entah apa yang terjadi pada yeoja itu. Akhir-akhir ini, setiap aku mengajaknya jalan, dia selalu mengeluarkan berbagai alasan untuk menolak. Menemani Oppanya-lah, kerja tugas dengan temannya-lah, dan masih banyak lagi. Aneh!! Padahal ia jarang menolak ajakanku setiap kali kami mempunyai kesempatan untuk bertemu.

Oya, aku Kim Ryeowook. Aku seorang chef assistant  di sebuah restoran yang cukup terkenal di Seoul. Ne, walaupun terlahir sebagai seorang namja, tapi aku sangat suka memasak. Aku juga tidak tahu mengapa. Mm…mengenai yeoja yang aku bicarakan tadi, dia adalah Cho Junmi, ehm..yeojachingu-ku.

Entah kenapa, dia tidak pernah lagi menerima ajakanku. Selalu saja ada alasan yang keluar dari mulutnya. Padahal, aku sendiri telah bersusah payah mengatur waktuku agar dalam seminggu aku bisa bertemu dengannya walaupun cuma sekali.

Ne, karena pekerjaanku sebagai chef assistant, aku jarang sekali mengajaknya kencan. Ditambah lagi, dia juga seorang mahasiswi yang selalu dikerubungi tugas kuliah. Kami hanya bertemu tiap kali ada kesempatan. Tapi, meskipun begitu, hubungan kami tetap awet-awet saja sejak kami berpacaran 2 tahun lalu.

Kebetulan hari ini, chef memberiku libur sehari. Karena itu, aku mengajak Junmi untuk jalan. Tapi, dia menolak!! Aku tak perlu memberitahu alasannya kepada kalian karena bunyinya sama saja dengan alasan-alasan sebelumnya. Hufft!

Aku beranjak dari tempat tidurku menuju meja laptop. Aku duduk di hadapannya kemudian menekan tombol power laptopku. Setelah menyala, aku mengambil modem dan mencolokkannya pada colokan USB. Daripada aku bosan, lebih baik aku mencari resep makanan yang belum pernah aku buat.

-End Of Ryeowook’s POV-

Meanwhile…

At Junmi’s home

-Junmi’s POV-

Aku mencium bau hangus saat aku sedang memotong wortel untuk aku campurkan dalam nasi goreng.

Omo~~”, aku terkejut saat melihat keadaan nasi yang aku masak. HA-NGUS!! Segera aku mematikan api kompor. Aissh, Junmi-ya, jincca!! Ini sudah ke-4 kalinya aku membuat hangus nasi yang aku masak. Huaa, otte?? Kalau begini terus, aku tidak bisa membuatkan makan siang di ulang tahun Wookie Oppa nanti.

Aisssh!! Kenapa aku tidak bisa memasak?? Padahal Wookie Oppa yang seorang laki-laki bisa melakukan hal itu dengan mudah. Bahkan ia mendapat pekerjaan dengan hal itu, MEMASAK!! Satu dari sekian hal yang tidak bisa aku lakukan dengan baik.

Aku pun telah mengikuti kursus masak selama beberapa minggu terakhir. Tapi hasilnya sama saja. Aku juga telah mengikuti kursus membuat kue dan hasilnya pun tidak beda jauh dengan kursus memasakku.

Dddrrtt…ddrrtt….

HP disaku celanaku bergetar. Aku segera menghentikan kegiatanku lalu merogoh saku celana. One message received: Wookie Oppa. Tulisan itu yang tertera dilayar HPku.

“Jagiya~, kau masih sibuk??”

Huwaa, Wookie Oppa benar-benar bersemangat untuk mengajakku keluar hari ini. Ini SMS yang ketiga yang ia kirim hari ini dengan isi SMS yang sama.

“Mianhae, jagi, aku masih sibuk. Jeongmal mianhae. Aku harap kau tidak marah padaku…<Send>

Dan SMS tadi adalah SMS penolakan yang ke-3 kalinya aku kirim kepada Wookie Oppa. Pokoknya, sebelum hari ulang tahun Wookie Oppa, aku harus bisa membuat nasi goreng favoritnya. HARUS BISA!!

-End Of Junmi’s POV-

@@@@@

June, 19th 2011

At Ryeowook’s workplace…

-Ryeowook’s POV-

“PRAANGG…”

Aku tidak sengaja menjatuhkan wajan yang aku pegang saat aku sedang bersiap untuk memasak pesanan untuk meja nomor 13.

“Ryeowook-ah, gwaenchana??”, tanya chef Choi padaku.

A-Aniyo, chef. Nan gwaenchana…”, jawabku.

Aku lalu mengambil wajan yang terjatuh itu kemudian mencucinya. Setelah itu aku bersiap kembali untuk memasak.

“Kalau kau tidak enak badan, sebiaknya kau pulang saja”, nasehat chef Choi padaku.

Ne, chef…”,kataku.

Aku mengurungkan niatku untuk melanjutkan pekerjaanku. Aku segera ke ruang istirahat lalu mengganti baju kokiku. Setelah pamit kepada chef dan teman-teman koki lainnya, aku segera keluar dari restoran dan menyetop sebuah taksi untuk pulang.

Sebuah taksi berhenti tepat di depanku dan aku segera masuk ke dalamnya. Hmm, sejak kemarin aku memang merasa tidak enak badan. Mungkin aku kecapaian karena hampir seminggu ini aku terus bekerja di restoran, belum lagi saat aku mengasah kemampuan memasakku sendiri di apartemen.

“CKIIIT…”

Supir taksi mengerem tiba-tiba, membuat kepalaku hampir mengenai jok supir.

“YAAA!!!!”, seru supir tiba-tiba.

“Ada apa??”, tanyaku sedikit cemas.

Mianhae, tadi ada yeoja yang menyebrang tidak hati-hati…”, jawab supir.

“Ah, ne…”, ucapku, singkat.

Aku lalu melihat keluar jendela dan melihat yeoja berbaju biru muda dengan motif polkadot berwarna pink -yang hampir saja tertabrak- sedang berlari memasuki sebuah tempat kursus membuat kue.

“Hmmm, masih ada juga orang yang tidak mau menggunakan jembatan layang”, pikirku.

Padahal jembatan layang hanya beberapa meter dari sini. Ah, sudahlah. Mungkin dia terburu-buru sampai lupa letak jembatan layang. Tapi sepertinya aku mengenali yeoja tadi. Bukankah dia Junmi?? Bajunya sama dengan baju yang aku belikan untuk Junmi saat aku menerima gaji pertamaku. Lalu apa yang dia lakukan di tempat itu?? Kursus??

-End Of Ryeowook’s POV-

-Junmi’s POV-

Annyeonghaseyo”, sapaku kepada Boram Eonni saat aku memasuki kelas praktek.

“Ah, annyeong…”, balas Eonni.

Aku segera berjalan menuju tempat praktekku. Aku lalu melihat sekelilingku. Ah, semua teman-temanku sedang sibuk membuat kue seperti apa yang diajarkan Boram Eonni 2 hari yang lalu, strawberry cheesecake.

“Ya!! Junmi-ya, apa yang kau lihat??”, tegurnya.

A-Aniyo, Eonni…”,kataku.

“Ayo, mulai kerjakan…!!”, perintahnya.

Ne, Eonni…”, kataku lalu mempersiapkan bahan-bahan untuk membuat strawberry cheesecake.

Mm…sebenarnya aku yang mengusulkan kepada Boram Eonni untuk mengajari kami cara membuat strawberry cheesecake. Selain alasan bahwa Boram Eonni sangat ahli dalam hal itu, strawberry cheesecake juga adalah kue kesukaan Ryeowook Oppa. Oya, Boram Eonni adalah saudara sepupuku. Karena itu aku cukup tahu banyak tentang dia…hehehe.

“Junmi-ya, krimnya terlalu manis…”, tegur Boram Eonni saat ia mencicipi krim yang baru saja aku buat untuk melapis kue.

Jincca??”, tanyaku sedikit tidak percaya. Aku lalu mencicipi krim itu. Ah, ne…terlalu manis.

“Gulanya terlalu banyak!! Ryeowook bisa kena diabetes setelah memakan kue buatanmu ini..”, kata Boram Eonni. Ne, Boram Eonni mengenal Wookie Oppa. Dulu mereka sekelas di sekolah memasak.

Eonni-ya, jangan keras-keras…”, kataku pada Boram Eonni lalu memperhatikan teman-teman disekelilingku.

“Hehe…mianhae. Lalu, apa kau masih merahasiakan ini pada namjachingumu itu, hah??”, tanya Boram Eonni padaku.

“Tentu saja, Eonni…Ini kan kejutan untuknya”, jawabku sambil membuat ulang krim yang tadi kemanisan.

Geurae…kerjakan dengan baik…”, kata Boram Eonni lalu meninggalkanku untuk melihat pekerjaan teman-temanku yang lain.

Semoga kali ini aku bisa membuat strawberry cheesecake. Dan besok, aku harus bisa membuat nasi goreng kesukaan Ryeowook Oppa!! Junmi-ya, hwaiting!!

-End Of Junmi’s POV-

@@@@@

June, 21st 2011

Ryeowook’s 24th/ 25th Birthday

Ryeowook’s apartement

06.32 a.m

-Ryeowook’s POV-

Aku membuka kedua mataku perlahan. Mm…Sudah pagi rupanya. Aku lalu mengambil posisi duduk kemudian meraih segelas air putih yang berada di atas meja kecil di samping tempat tidurku. Ah~, segarnya. Tiba-tiba mataku terpaku pada sebuah benda, kalender meja. Dengan seksama aku melihat tanggal yang sengaja aku lingkari, 21 Juni 2011. Omo~, hari ini hari ulang tahunku.

Aku segera mengambil HP yang aku letakkan di bawah bantal. 3 messages received. Aku segera membuka satu per satu pesan yang aku terima. Dari Appa & Eomma, dari chef, dan dari koki temanku di restoran. Hanya ini?? Aneh!! Tidak ada pesan dari Junmi. Padahal tahun-tahun sebelumnya, dia orang pertama yang selalu mengirimiku ucapan. Tapi sekarang tidak ada. A-Apa dia lupa??

Ah, nanti juga dia pasti akan menghubungiku dan member ucapan selamat. Mungkin saja ia tidak sempat lagu bangun di tengah malam karena kelelahan. Dan sebaiknya, aku mandi sekarang sebelum aku dimarahi oleh chef karena terlambat datang ke restoran.

-Ryeowook’s POV-

Meanwhile…

Junmi’s home

Kitchen

-Junmi’s POV-

Aku sedang menghias strawberry cheesecake sekarang. Hmm, semoga saja manisnya pas dan kuenya empuk seperti strawberry cheesecake buatan Boram Eonni. Tinggal sentuhan terakhir, potongan strawberry di atas kue.

“Selesai~~”, ucapku riang sambil melihat strawberry cheesecake dihadapanku.

Lalu, aku segera mengambil kotak kue yang telah aku persiapkan sebelumnya kemudian memasukkan strawberry cheesecake itu ke dalam kotak. Ah, semoga Ryeowook Oppa suka. Aku lalu membawa kotak berisi kue itu ke kamarku sebelum orang rumah mendapatinya dan memakannya.

In Junmi’s room

Aku meletakkan kue itu di atas meja dengan perlahan. Setelah itu aku bersiap untuk ke pasar, membeli bahan untuk membuat nasi goreng kesukaan Ryeowook Oppa yang akan aku berikan pada saat ia makan siang nanti. Hmm, semoga saja kali ini aku sudah bisa membuat nasi goreng dengan benar!!

End Of Junmi’s POV-

@@@@@

Ryeowook’s workplace

Kitchen

-Ryeowook’s POV-

SAENGIL CHUKAHAMNIDA~~~~~!!!!!”, teriak chef dan teman-temanku serempak saat aku memasuki dapur.

Gamsahamnida~…Gamsahamnida~…”, ucapku tersenyum seraya berjalan menghampiri mereka.

“Ryeowook-ah, tiup lilinnya…”, perintah chef Choi yang sedang memegang sebuah kue tart dengan lilin berbentuk angka 2 dan 5 di atasnya.

“Fuuh~~~”

Saengil chukahamnida~~”, ulang mereka semua sekali lagi.

Ne, yeorobeun, gamsahamnida~…”,ucapku senang sembari memandangi wajah chef dan teman-temanku yang lain.

Beberapa saat kemudian…

Setelah mencicipi kue tart –yang katanya dibuat khusus oleh chef Choi- kami kembali bekerja seperti biasanya. Memasak makanan yang di pesan oleh pelanggan.

“Meja 3, 2 porsi nasi goreng barbeque. Ryeowook-ah, kerjakan!!!”, perintah chef Choi.

Ne, chef!!”, ucapku semangat.

-End Of Ryeowook’s POV-

-Junmi’s POV-

Aku bersiap-siap untuk berangkat ke apartemen Ryeowook Oppa. Untunglah hari ini jadwal kuliahku tidak ada sehingga aku tidak susah mengatur waktu. Setelah berpakaian, aku segera keluar dari kamar untuk mengambil nasi goreng yang aku taruh dalam lunchbox di dapur.

“Semoga rasanya enak!!”, doa’ku dalam hati.

Aku sengaja tidak mencicipinya terlebih dahulu karena aku ingin Ryeowook Oppa yang mencicipinya terlebih dahulu. Aku lalu membungkus kotak itu dengan kain berwarna ungu, warna kesukaan Ryeowook Oppa. Kemudian, aku kembali ke kamar untuk mengambil strawberry cheesecake yang aku buat pagi tadi.

Setelah mendapatkan kotak kue yang kumaksud, aku segera merogoh saku celanaku untuk mengambil HP.

“Tinggal satu langkah lagi…”, gumamku lalu menghubungi seseorang.

Yoboseyo…”, terdengar suara berat pria tersebut.

-End Of Junmi’s POV-

Lunch time…

-Ryeowook’s POV-

Setelah menyelesaikan semua pesanan makan siang, aku, chef dan teman-teman lainnya menuju ruang istirahat untuk makan siang.

“Ryeowook-ah…”, Chef Choi berhenti tepat dihadapanku.

Ne?”

“Hari ini kau boleh kerja setengah hari…”, ucapnya membuatku terkejut.

“M-Maksud chef??”, tanyaku bingung.

“Kau boleh pulang sekarang…”

“T-Tapi chef, siapa yang akan membantu chef dan teman-teman yang lainnya. Hari ini restoran pasti akan ramai…”, kataku pada Chef.

“Restoran ini memang selalu ramai, Ryeowook-ah. Apa kau tidak mau mematuhi perintah Chef-mu ini, hah?! Kau mau aku pecat??”, balas Chef padaku.

“T-Tapi Chef, a-aku…”

“Kau boleh pulang sekarang, arachi?!”, Chef memotong kata-kataku.

Ne, chef…”, ucapku sembari mengangguk pelan. Chef lalu masuk ke ruang istirahat koki bersama yang lainnya. Dan seperti perintah Chef, aku langsung pulang ke apartemenku.

@@@@@

Ryeowook’s Apartemen…

Aku merogoh saku celanaku untuk mengambil kunci. Setelah itu, aku segera membuka pintu apartemenku dan masuk ke dalamnya. Tapi…Ada sesuatu yang membuatku terkejut. Sebuah kotak makan siang yang dibungkus dengan kain berwarna ungu berada di atas meja makan.

“Siapa yang membawa ini??”, gumamku bingung sambil tetap memandangi benda itu. Tiba-tiba..

Saengil chuka hamnida~

Saengil chukka hamnida~

Saranghaneun Ryeowook Oppa~

Saengil chukka hamnida~

Junmi berjalan menghampiriku sambil membawa sebuah strawberry cheesecake di atas piring.

“Junmi-ya?!”, gumamku, terkejut. Hmm, pasti dia masuk dengan kunci apartemen cadangan yang sengaja kuberikan untuknya.

Saengil chukka hamnida~, Oppa”, ucapnya sambil tersenyum padaku.

N-Neo. Kau yang membuat ini??”, tanyaku sambil menunjuk kotak makan siang di meja.

Ne…”, ucapnya singkat. “Oppa-ya, ppali, tiup lilinnya…”, tambah Junmi. Aku meniup lilin di atas kue itu.

Junmi lalu meletakkan kue itu di sebelah kotak makan siang lalu membuka tutup kotak makan siang yang ia siapkan. Nasi goreng?!

“Kau yang membuat ini??”, tanyaku sekali lagi.

Ne…Ini dan kue ini aku yang membuatnya. Waeyo??”

Jinccayo?? Sejak kapan kau pintar memasak??”,aku bertanya lagi.

“Akhir-akhir ini aku ikut kursus memasak dan membuat kue. Karena itu aku selalu menolak ajakan Oppa untuk jalan…”, jawabnya enteng.

Mwo??”, ucapku masih ragu.

“Kenapa Oppa heran seperti itu?!”, balasnya.

Anni…Hanya heran saja”, ucapku.

Junmi kemudian menyuruhku untuk mencicipi nasi goreng buatannya.

“Mm…Kelihatannya enak…”, pujiku terlebih dahulu.

Aku lalu mengambil sendok kemudian mencicipi nasi goreng buatannya itu. Omo~

Otte?? Apa enak??”, tanyanya antusias.

“Ah..N-Ne…Enak. Lumayan…”, jawabku.

Jeongmalyo?? Padahal sebelum-sebelumnya aku selalu gagal membuat nasi goreng. Aku ingin mencicipinya juga…”, ucapnya semangat lalu merebut sendok dari tanganku.

“Y-Ya…”, aku berusaha mencegahnya, tapi…

Oppa, kau bohong…”, ucapnya dengan nada sedih sambil menundukkan kepalanya setelah mencicipi nasi goreng buatannya sendiri. “Nasi goreng asin begini kau bilang enak!!”, tambahnya.

“J-Junmi-ya, mianhae…A-Aku tidak bermaksud untuk…”, jelasku.

“Sudahlah Oppa, tidak perlu cemas. Seharusnya aku tahu kalau aku memang tidak berbakat di dunia kuliner. Dan seharusnya aku tidak membiarkan Oppa mencicipi nasi goreng asinku ini…”, ucapnya lalu menutup kembali kotak makan siang di hadapanku. Terlihat sedikit buliran air mata di kedua sudut matanya.

“Junmi-ya, uljimaMianhae, seharusnya tadi aku berkata jujur padamu. Mianhae…Ini salahku. Mianhae…”, ucapku.

“Tidak perlu minta maaf, Oppa. Aku yang salah. Oya, kita makan siang di luar saja…”, ajaknya kemudian.

Mwo?”

“Kau tidak mau mati kelaparan, kan?!”, tanyanya padaku. “Kita makan siang di luar saja setelah itu kita beli kue…”, kata Junmi lalu melirik strawberry cheesecake yang masih terletak di atas meja.

“M-Maksudmu…”

Oppa tidak perlu mencicipi kue itu. Rasanya pasti sama dengan nasi goreng itu…”,jelasnya.

“Ya!! Kenapa kau pesimis begitu, hah?! Bisa saja rasa kue itu berbanding terbalik dengan nasi gorengmu…”, ucapku berusaha menghibur. “Kita makan siang di sini saja!! Biar aku yang memasak…”, ucapku lalu beranjak menuju dapur.

-End Of Ryeowook’s POV-

Bebebrapa saat kemudian…

-Junmi’s POV-

“Tara~~, nasi gorengnya sudah jadi~~~”, ucap Wookie Oppa riang sambil membawa dua piring nasi goreng. Ia lalu meletakkan salah satu piring nasi goreng di hadapanku. Terlihat sangat enak.

“Mari makan~~~~~”, ucapnya lagi lalu menyuapkan sendok demi sendok nasi goreng ke dalam mulutnya. Sementara aku masih belum mencicipi nasi goreng buatannya sedikit pun.

“Ya! Kenapa kau tidak makan??”, tanya padaku. Aku menggeleng.

Aniyo…Aku malu pada Oppa”, ucapku lalu menundukkan kepalaku lagi.

“Ya! Jagiya, kenapa kau berkata seperti itu?? Kau tidak perlu malu padaku, arachi?? Karena itu makanlah!! Kau tidak mau mati keparan, kan?!”, ucapnya sambil meniru ucapanku beberapa saat lalu.

Oppa?!”, gumamku lalu menatapnya.

“Ayo buka mulutmu…Kereta mau masuk terowongan…!!”, ucapnya  riang sambil mengarahkan sesendok nasi goreng ke mulutku. Nyam~

“Nah, begitu baru Junmi-ku…”,ucapnya sambil tersenyum.

“Enak Oppa…Enak sekali~~”, pujiku. Ia tersenyum lagi.

Aku pun memakan nasi goreng buatannya dengan lahap. Wookie Oppa benar-benar berbakat!! Aku yakin, suatu hari nanti dia akan menjadi Chef terkenal yang memiliki restoran dengan banyak pelanggan. Aku yakin itu.

After lunch….

Setelah makan siang, Wookie Oppa ingin mencicipi strawberry cheesecake-ku. Ia kembali dari dapur sambil membawa dua buah piring kecil dengan garpu serta sebuah pisau kue. Ia segera memotong kue itu dan meletakkannya di kedua piring kecil. Kemudian, ia menyerahkan salah satu piring itu padaku.

“Kita cicipi sama-sama…”, ajaknya.

Aku hanya diam saja sambil memperhatikan Wookie Oppa memotong kecil kue itu lalu memasukkannya ke dalam mulutnya.

“Mm…Mashitta!!”, serunya lalu tersenyum padaku.

Gojitmal!!”, balasku.

“Ya! Kali ini aku benar-benar jujur. Kue ini benar-benar enak!! Manisnya pas, krim dan bolunya sangat lembut”, komentar Wookie Oppa.

Jeongmal??”, tanyaku ragu. Ia mengangguk semangat.

Aku lalu memotong kecil kue di hadapanku kemudian memasukkannya ke dalam mulutku. Dan…

Ne, enak. Persis seperti buatan Boram Eonni…”, ucapku senang.

“Boram?? Jadi, kau ke tempat Boram untuk mempelajari cara membuat kue ini, hah?!”, tanya Wookie Oppa.

“Hehehe…Ne”, jawabku, cengengesan.

“Jadi yeoja yang hampir tertabrak taksi beberapa hari yang lalu itu kau, hah?!”, tanyanya. Kenapa dia bisa tahu??

Oppa tahu dari siapa aku hampir tertabrak taksi??”, tanyaku bingung.

“Kau tahu, aku ada di dalam taksi yang hampir saja menabrakmu waktu itu…”,jawabnya sambil terkekeh.

Oppa?!”

“Ah…Aku jadi terharu. Kau hampir saja mati hanya untuk membuatkanku sebuah kue…”, ucapnya.

“Ya!! Kalau saja waktu itu aku tertabrak, sekarang Oppa tidak akan memakan kue buatanku…”, balasku. Ia terkekeh.

Ne…”, sahutnya. “Mmm…Hari ini benar-benar menyenangkan”, tambahnya.

“Tentu saja. Hari ini kan Oppa ulang tahun…”, balasku.

Ne, aku tahu. Tapi ini benar-benar menyenangkan. Di resto, chef dan teman-temanku juga membuat pesta kecil-kecilan untukku. Dan kebetulan sekali, hari ini Chef Choi memberiku libur setengah hari. Kalau tidak, kau terpaksa harus menunggu sampai jam 5 sore nanti…hehehe…”,jelas Ryeowook Oppa panjang lebar. Aku terkekeh.

“Bukan kebetulan, Oppa!! Tapi aku yang meminta chef Choi untuk memberimu ijin pulang lebih cepat hari ini…”, kataku lalu terkekeh lagi. Ryeowook Oppa terkejut.

Mwo?? Dimana kau bertemu chef Choi??”, tanyanya penasaran.

“Aku menghubunginya sebelum aku berangkat ke apartemen Oppa…”, jawabku enteng.

“Hmm…Pantas saja dia memaksaku untuk pulang. Lalu, apa yang kau katakan padanya sampai di mengabulkan permintaanmu itu…??”

“Aku hanya bilang ingin merayakan ulang tahunmu. Itu saja…”

Gojitmal. Chef Choi bukan orang seperti itu!!! Ayo mengaku, apa yang kau gunakan sebagai jaminan??”

Ne, aku bilang akan membersihkan dapur dan mencuci peralatan masak di resto tempat Oppa bekerja selama satu minggu tanpa bayaran kalau dia mau mengabulkan permintaanku…”

MWO??”, Ryeowook Oppa terkejut.

Waeyo?? Oppa terkejut sekali!!!”

“Tentu saja!!! Mana mungkin aku tega membiarkanmu membersihkan dapur yang luas dan mencuci peralatan dapur yang banyak!!”

Waeyo?? Itu bukan pekerjaan susah, kok!! Pokoknya Oppa tidak perlu khawatir!! Aku bisa mengerjakan semuanya!!”, ucapku yakin.

“J-Jadi….”

Ne, mulai besok setelah pulang kuliah, aku akan bekerja di tempat Oppa!!!”, ucapku lalu tersenyum.

“Ya!! Andwae!! Biar aku katakan pada chef Choi agar mengurangi gajiku saja!!”, cegah Wookie Oppa.

Mwo? Andwae!! Memang kenapa?? Justru bagus, kan?! Dengan begitu kita bisa bertemu tiap hari selama satu minggu…”, kataku.

“Aisssh!! Kau ini benar-benar!! Tapi hanya kali ini saja!! Lain kali kau jangan memberikan jaminan seperti ini lagi, arachi?!”

NE, CHEF!!!”,ucapku riang lalu kami pun tertawa renyah.

-THE END \(^_^)/-

SAENGIL CHUKA HAMNIDA RYEOWOOK OPPA~~

HOPE YOU KEEP HEALTHY, KEEP SMILING AND OF COURSE, KEEP SINGING FOR US.

WISH YOU ALL THE BEST AND KEEP TRY YOUR BEST.

WE (ELFs) LOVE YOU MORE AND MORE

SARANGHANEUN RYEOWOOK OPPA~

SAENGIL CHUKA HAMNIDA~~~

Iklan

16 thoughts on “MY BELOVED CHEF {Special For Ryeowook Oppa’s Birthday

      1. hahaha… iya dong.. aku shawol ^^ key cakep kn di foto itu. haha #gaje
        cheonma chingu… oh ya, ga enak nih manggil chingu”. km blh manggil aku vinny aja. klo km? 🙂

  1. ciee…cieee..special bt ryeowook oppa ni ee cuit cuit prikitiuw,hahahaha.
    tp krng romantiz,lbh romantiz p zy dgn eunhyuk oppa,hohoho

.: A-Yo, Komen. A-Yo... A-Yo :.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s